7 Algoritma dan Struktur Data yang di Gunakan dalam Pemrograman - Jarsum

7 Algoritma dan Struktur Data yang di Gunakan dalam Pemrograman

Kehidupan programmer adalah tentang pengkodean dan mengembangkan program yang memberikan hasil yang sesuai. Untuk ini, setiap programmer harus tahu algoritma tertentu untuk mendapatkan hasil dan stabilitas yang cepat untuk mencapai kesuksesan.

Mereka perlu terus memperbarui untuk mengimbangi persaingan yang mereka hadapi di dunia. Berikut ini adalah daftar dari 7 algoritma dan struktur data yang dimiliki setiap programmer dalam pikiran mereka.

1. Sort Algorithms


Sort Algorithms - (Sortir Algoritma)

Algoritma ini digunakan untuk mengklasifikasikan atau menyortir daftar item dengan cara yang cocok untuk pengguna. Mereka mungkin harus digabung, atau cepat disortir menjadi naik atau turun atau berdasarkan kriteria tertentu. Faktor yang paling penting tentang penyortiran adalah bagaimana dan kapan mereka harus digunakan sesuai pilihan.

2. Search Algorithms


Search Algorithms - (Algoritma Pencarian)

Algoritma pencarian atau biasa disebut Search Algorithms digunakan oleh semua orang di kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan ketika Anda sedang mencari lagu atau file tertentu di komputer Anda, Anda mengeksekusi sebuah algoritma Binary. Ini digunakan untuk memisahkan data yang diperlukan dalam set. Kemudian, ada algoritme Pencarian Pertama Depth / Breadth. Mesin pencari menggunakan algoritma tersebut untuk menemukan pencarian Anda dengan mencari kata kunci yang Anda cari.

3. Hashing


Hashing

Hashing adalah algoritma yang terlibat dalam mencari objek tertentu atau kumpulan data dengan bantuan kata kunci atau lokasi objek yang Anda cari. Ini adalah metode langsung untuk pencarian daripada algoritma pencarian lainnya. Ini seperti menemukan lokasi Anda melalui GPS atau alamat tepat Anda.

4. Pemrograman Dinamis


Ini adalah metode mencari solusi untuk metodologi yang kompleks dengan memecahnya ke subkategori dan menyelesaikannya dengan mudah. Ini seperti memprediksi hasil suatu masalah dengan mengingat hasil dari masalah sebelumnya.

5. Exponentiation By Squaring


Ini adalah metode perhitungan bilangan bulat positif besar angka. Mereka digunakan dalam aritmatika modular, powering matriks, dll.

6. String Matching dan Parsing


Ini adalah metode untuk menerapkan kata kunci tertentu untuk tipe data keseluruhan.

  1. Algoritma KMP (String Matching)
  2. Algoritma Knuth-Morris-Pratt adalah metode pencocokan pola pendek di atas kode besar atau string pola.
  3. Regular Expression (String Parsing)
  4. Ini adalah metode penguraian informasi atau membagi informasi ke dalam berbagai string sehingga informasi dapat diekstraksi secara individual oleh pengguna.

7. Algoritma Pengujian Primality


Untuk memeriksa apakah suatu bilangan adalah bilangan prima atau tidak para programer harus menggunakan program seperti algoritma pengujian primitif. Ini adalah cara deterministik dan probabilistik untuk melakukannya.

  1. Saringan Eratosthenes (Deterministik)
  2. Metode ini diterapkan ketika jumlahnya dalam batas tertutup untuk mengetahui apakah jumlahnya prima atau tidak. Faktor pembatas adalah penting karena sejumlah memori tertentu harus disediakan untuk tujuan ini.
  3. Untuk nomor n, bertambah hingga nilai sqrt (n) (deterministik)
  4. Metode ini digunakan sebagai metode saringan harus dibatasi sesuai dengan memori atau batas. Metode ini dapat digunakan untuk menguji angka dalam rentang yang luas.
  5. Uji primality Fermat dan uji primitif Miller-Rabin (probabilistik)
  6. Tes-tes ini didasarkan pada faktor bahwa jika angka adalah gabungan maka itu adalah bilangan prima. Miller-Rabin sangat kompleks karena memiliki varian deterministik.

Kesimpulan


Pengetahuan tentang semua algoritma ini menentukan efisiensi dan tingkat keahlian seorang programmer. Algoritma ini menentukan baseline dan benchmark pada seberapa baik Anda melakukan suatu tugas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel