6 Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan Berbasis Sains

Manfaat Daun kelor Bagi Kesehatan

Moringa oleifera atau biasa disebut dengan nama Kelor adalah tanaman yang telah dipuji karena manfaat kesehatannya selama ribuan tahun.

Tumbuhan ini sangat kaya akan antioksidan sehat dan senyawa tanaman bioaktif.

Sejauh ini, para ilmuwan hanya menyelidiki sebagian kecil dari banyak manfaat kesehatan yang terkenal.

Berikut adalah 6 manfaat kesehatan dari daun Kelor yang didukung oleh penelitian ilmiah.

1. Sangat Bergizi

Kelor adalah pohon asli yang cukup besar di bagian Indonesia Tengah.

Tumbuhan ini memiliki berbagai nama, seperti pohon paha (drumstick tree), pohon lobak (horseradish tree) atau pohon minyak ben (ben oil tree).

Hampir semua bagian pohon dimakan atau digunakan sebagai bahan obat herbal tradisional.

Ini terutama berlaku untuk daun dan polong, yang biasanya dimakan di beberapa bagian Indonesia, India, dan Afrika (1).

Di bawah ini adalah foto daun, bubuk dan kapsul Kelor :

foto daun, bubuk dan kapsul Kelor

Daun kelor adalah sumber yang sangat baik untuk banyak vitamin dan mineral. Satu cangkir daun segar, cincang (21 gram) mengandung. (2):
  • Protein: 2 gram
  • Vitamin B6: 19% dari AKG
  • Vitamin C: 12% dari AKG
  • Zat Besi: 11% dari AKG
  • Riboflavin (B2): 11% dari RDA
  • Vitamin A (dari beta-karoten): 9% dari AKG
  • Magnesium: 8% dari RDA

Di negara-negara Barat, daun kering dijual sebagai suplemen makanan, baik dalam bentuk bubuk atau kapsul.

Dibandingkan dengan daun, polong umumnya lebih rendah vitamin dan mineral. Namun, mereka sangat kaya akan vitamin C. Satu cangkir polong segar yang diiris (100 gram) mengandung 157% dari kebutuhan harian kalian.

Makanan orang di negara berkembang terkadang kekurangan vitamin, mineral, dan protein. Di negara-negara ini, Kelor dapat menjadi sumber penting dari banyak nutrisi penting.

Namun, ada satu kelemahannya: Daun kelor juga mengandung kadar antinutrien yang tinggi, yang dapat mengurangi penyerapan mineral dan protein. (3, 4)

Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa mengambil suplemen Kelor dalam kapsul tidak akan memasok sejumlah besar nutrisi.

Jumlah tersebut dapat diabaikan dibandingkan dengan apa yang kalian konsumsi jika kalian makan diet seimbang berdasarkan makanan utuh.

Daun kelor kaya akan banyak nutrisi penting, termasuk protein, vitamin B6, vitamin C, riboflavin dan zat besi.

2. Kaya akan Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang bertindak melawan radikal bebas dalam tubuh kalian.

Kadar radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berhubungan dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. (5, 6)

Beberapa senyawa tanaman antioksidan telah ditemukan dalam daun kelor. (7, 8, 9)

Selain vitamin C dan beta-karoten, ini juga termasuk (10, 11):
  • Quercetin: Antioksidan kuat ini dapat membantu menurunkan tekanan darah. (12, 13)
  • Asam klorogenik: Juga ditemukan dalam jumlah tinggi dalam kopi, asam klorogenik dapat membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan. (14, 15)

Satu studi pada wanita menemukan bahwa mengambil 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan secara signifikan meningkatkan kadar antioksidan darah. (16)

Ekstrak daun kelor juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan. Ini meningkatkan umur simpan daging dengan mengurangi oksidasi. (17)

Kelor kaya akan berbagai antioksidan, termasuk quercetin dan asam klorogenik. Serbuk daun kelor dapat meningkatkan kadar antioksidan darah.

3. Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah

Gula darah tinggi bisa menjadi masalah kesehatan yang serius. Padahal, itu adalah ciri utama diabetes.

Seiring waktu, kadar gula darah tinggi meningkatkan risiko banyak masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung. Untuk alasan ini, penting untuk menjaga gula darah kalian dalam batas yang sehat.

Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Namun, sebagian besar bukti didasarkan pada penelitian pada hewan. Hanya beberapa studi berbasis manusia yang ada, dan mereka umumnya berkualitas rendah. (18, 19, 20)

Satu studi di 30 wanita menunjukkan bahwa mengambil 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan mengurangi kadar gula darah puasa sebesar 13,5%, rata-rata. (21)

Studi kecil lainnya pada enam orang dengan diabetes menemukan bahwa menambahkan 50 gram daun kelor ke dalam makanan mengurangi kenaikan gula darah sebesar 21%. (22)

Para ilmuwan percaya efek ini disebabkan oleh senyawa tanaman seperti isothiocyanate. (23)

Daun kelor dapat menyebabkan kadar gula darah berkurang, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum rekomendasi padat dapat dibuat.

4. Dapat Mengurangi Peradangan

Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera.

Ini merupakan mekanisme perlindungan yang penting tetapi dapat menjadi masalah kesehatan utama jika terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.

Faktanya, peradangan berkelanjutan terkait dengan banyak masalah kesehatan kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker. (24, 25)

Sebagian besar buah-buahan, sayuran dan rempah-rempah memiliki sifat anti-inflamasi. Namun, sejauh mana mereka dapat membantu tergantung pada jenis dan jumlah senyawa anti-inflamasi yang dikandungnya.

Para ilmuwan percaya bahwa isothiocyanate adalah senyawa anti-inflamasi utama pada daun kelor, polong dan biji-bijian. (26, 27, 28)

Namun sejauh ini, penelitian telah terbatas pada penelitian tabung dan hewan. Masih harus dilihat apakah Tumbuhan kelor memiliki efek antiinflamasi yang serupa pada manusia.

Dalam penelitian pada hewan dan tabung percobaan, Kelor telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi. Efek ini belum diteliti pada manusia.

5. Dapat Menurunkan Kolesterol

Memiliki kolesterol tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Untungnya, banyak makanan nabati dapat secara efektif mengurangi kolesterol. Ini termasuk biji rami, gandum dan almond.

Baik penelitian berbasis hewan dan manusia telah menunjukkan bahwa kelor mungkin memiliki efek penurun kolesterol yang sama. (29, 30, 31, 32)

Tumbuhan kelor dapat menurunkan kadar kolesterol kalian, berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung.

6. Dapat Melindungi Terhadap Keracunan Arsen

Kontaminasi arsenik pada makanan dan air merupakan masalah di banyak bagian dunia. Jenis beras tertentu mungkin mengandung kadar sangat tinggi. (33)

Pemaparan jangka panjang terhadap kadar arsenik yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan seiring waktu.

Misalnya, penelitian telah mengaitkan paparan jangka panjang dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit jantung. (34, 35)

Menariknya, beberapa penelitian pada tikus telah menunjukkan bahwa daun dan biji-bijian dari kelor dapat melindungi dari beberapa efek keracunan arsenik. (36, 37, 38)

Hasil ini menjanjikan, tetapi belum diketahui apakah ini juga berlaku untuk manusia.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa Tumbuhan kelor dapat melindungi dari toksisitas arsenik. Namun, ini belum diteliti pada manusia.

Kesimpulan

Kelor adalah tumbuhan yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun.

Namun, hanya beberapa dari banyak manfaat kesehatannya yang terkenal telah dipelajari secara ilmiah.(39)

Sampai saat ini, penelitian menunjukkan bahwa kelor dapat menyebabkan penurunan gula darah dan kolesterol. Mungkin juga memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi dan melindungi terhadap toksisitas arsenik.

Daun kelor juga sangat bergizi dan harus bermanfaat bagi orang-orang yang kekurangan nutrisi penting.

Jika kalian ingin mencoba suplemen Tumbuhan kelor, ada pilihan yang sangat baik dan tersedia di Shopee.